Harga Emas Perhiasan Hari ini Jumat, 23 Juni 2017

HARGA EMAS PERHIASAN CENDERUNG RENDAH: UNTUK INVESTASI ATAU KONSUMSI? Logam mulia emas tidak diragukan lagi begitu populer di kalangan masyarakat. Mulai masyarakat kelas bawah hingga masyarakat menengah ke atas sepakat bahwa emas merupakan barang mewah. Oleh karena itu emas menjadi sarana favorit bagi siapa saja untuk menyimpan hartanya, tidak terkecuali masyarakat bawah.

Berikut ini adalah Harga Emas Perhiasan Hari ini Jumat, 23 Juni 2017
Kadar Jual Beli
1 Karat 76,358 0
2 Karat 98,817 17,967
3 Karat 121,275 40,425
4 Karat 143,733 62,883
5 Karat 166,192 85,342
6 Karat 188,650 107,800
7 Karat 211,108 130,258
8 Karat 233,567 152,717
9 Karat 256,025 175,175
10 Karat 278,483 197,633
11 Karat 300,942 220,092
12 Karat 323,400 242,550
13 Karat 345,858 265,008
14 Karat 368,317 287,467
15 Karat 390,775 309,925
16 Karat 413,233 332,383
17 Karat 435,692 354,842
18 Karat 458,150 377,300
19 Karat 480,608 399,758
20 Karat 503,067 422,217
21 Karat 525,525 444,675
22 Karat 547,983 467,133
23 Karat 570,442 489,592
24 Karat 592,900 512,050
Last update : Jumat, 23 Juni 2017

Sebelum membahas lebih jauh peran emas, ada baiknya kita ketahui dulu fenomena yang terjadi di masyarakat. Bagi mereka yang berada di kelas sosial yang tinggi, investasi emas akan diwujudkan dalam bentuk emas batangan. Emas batangan memiliki harga yang lebih stabil jika dibandingkan dengan emas bentuk lainnya. Sehingga keuntungan yang akan didapatkan pun menjadi lebih maksimal.

Sementara itu sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang hidup di pedesaan masih bekerja sebagai petani. Siklus pertanian di Indonesia umumnya adalah tiga bulan untuk tanaman padi. Di musim panen biasanya petani pedesaan akan berlomba-lomba menginvestasikan keuntungan hasil taninya dengan membeli perhiasan emas. Ketika musim tanam tiba, mereka akan menjual semua perhiasan yang dibelinya untuk modal. Perisitiwa tersebut merupakan gambaran kecil bagaimana logam mulia emas sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Harga Emas per gram hari ini

Dengan adanya fenomena tersebut, bagaimana harga perhiasan emas di pasaran? Apakah emas perhiasan tetap menguntungkan bagi pembeli yang ingin memanfaatkannya sebagai alat investasi?

Jenis-jenis emas Perhiasan

Emas yang diproduksi dalam bentuk perhiasan tentu memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda dengan emas yang diproduksi dalam bentuk batangan. Jika emas batangan berfungsi sebagai alat pelindung kekayaan, maka fungsi emas perhiasan lebih luas dari pada itu. Perhiasan emas memiliki berbagai bentuk dan jenis, pun dengan model dan ukurannya. Bentuk perhiasan yang paling umum di masyarakat tentunya adalah cincin, kalung, dan gelang. Cincin dapat diperluas lagi menurut model dan komposisi logam yang terkandung di dalamnya. Terdapat cincin emas putih dan cincin emas kuning, serta cincin pernikahan. Selain dibedakan menurut warnanya, cincin emas juga dapat dibedakan lagi menurut kadar emas murni yang ada di dalamnya. Yakni cincin 22 karat, 18 karat, 16 karat dan seterusnya. Selain itu cincin emas juga memiliki banyak pilihan mode untuk mengakomodasi selera pasar konsumennya. Demikian pula dengan gelang dan kalung. Terdiri dari berbagai macam bentuk, mode, dan kualitas, sehingga perhiasan emas dapat dijangkau oleh semua kalangan, baik yang berkantong tipis maupun yang berkantong tebal.

Harga Perhiasan Emas Menguntungkan atau Merugikan Konsumen?

Fungsi umum dari perhiasan emas memang sebagai alat konsumsi oleh pemakainya. Namun demikian kenyataannya masyarakat menggunakan perhiasan emas tidak hanya untuk dipakai sebagai barang mewah tetapi juga untuk investasi (dijual kembali saat membutuhkan). Harga perhiasan emas saat dijual sangat menentukan apakah konsumen untung atau rugi dengan perhiasan yang dijualnya. Perhitungan untung rugi saat menjual perhiasan emas memang relatif, tergantung dari harga emas yang sedang berlaku saat itu.

Sebagai gambaran umum untuk memperkirakan untung ruginya, dapat kita gunakan ilustrasi sebagai berikut: si A membeli gelang seberat 20 gram saat harga emas senilai 400 ribu per gramnya. Nilai gelang emas yang dibeli si A saat itu mencapai 10 juta rupiah. Model gelang yang dipilih si A adalah model yang sedang diminati saat itu yang terdiri dari banyak batu-batu hiasan. Ketika si A membeli perhiasan tersebut, berat gelang ditimbang bersama dengan batu-batu yang ada. Beberapa bulan kemudian, si A sedang mengalami kesulitan ekonomi dan berniat menjual gelangnya kembali. Kebetulan saat itu harga emas sedang mahal, mencapai 450 ribu rupiah per gramnya. Si A berharap akan mendapatkan keuntungan dari gelang emas yang dijualnya. Sesampainya di toko emas, si A mendapati gelangnya dihargai tidak setinggi harga emas yang berlaku pada saat itu. Gelang yang dijual si A dikenai banyak potongan termasuk biaya kerugian yang dikenakan toko sebesar 10% per gram dari harga emas yang berlaku saat itu. Selain itu, batu-batu yang ada di gelang tersebut tidak ikut dihitung saat dijual. Setelah dikurangi berat batu-batu yang ada, ternyata gelang si A hanya seberat 15 gram saja. Oleh karena itu, si A mengalami kerugian yang signifikan saat menjual emasnya.

Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa harga perhiasan emas memang tidak menguntungkan jika dipakai untuk investasi. Perhiasan emas membutuhkan proses pembuatan yang lebih rumit karena modelnya yang beragam. Selain itu emas perhiasan juga tidak mengandung emas murni. Perhiasan emas dicampur dengan berbagai logam mulia lainnya.

Harga perhiasan emas memang tidak menguntungkan untuk berinvestasi. Meskipun demikian masyarakat kelas bawah masih suka menggunakan perhiasan emas sebagai alat investasi. Sebetulnya, emas batangan lebih menguntungkan jika memang berniat untuk investasi. Namun bagi masyarakat pedesaan, mereka justru merasa rugi jika membeli emas tapi tidak mengenakannya. Emas memang menjadi simbol status sosial di masyarakatnya.

Meskipun membeli perhiasan emas merugi karena harga perhiasan emas yang cenderung anjlok ketika dijual, perhiasan emas tidak akan kehilangan popularitasnya. Model dan bentuk perhiasan emas akan sangat dinamis dan terus berubah dari waktu ke waktu mengikuti tren yang ada. Oleh karena itu, perhiasan emas akan terus diminati karena masyarakat ingin selalu mengikuti tren yang ada. Perhiasan emas yang sejatinya menjadi barang konsumsi dapat difungsikan juga sebagai alat investasi jangka pendek. Kerugian pun dianggap wajar karena nilai perhiasan emas pasti menyusut karena sudah dipakai sebelumnya.