Harga Pertamax hari ini Selasa, 30 Mei 2017

Harga Pertamax di Indonesia – BBM di Indonesia sepenuhnya diproduksi dan didistribusikan oleh BUMN Pertamina Persero. Produk BBM yang dikeluarkan oleh Pertamina di antaranya adalah Premium, Dex, Pertalite, Dexlite, dan Pertamax.

Berikut ini adalah Harga Pertamax hari ini Selasa, 30 Mei 2017
NONamaHarga
1Premium6.550
2Pertalite7.350
3Pertamax8.150
4Pertamax Plus8.750
5Pertamax Turbo9.050
6Dexlite7.200
13Pertamina Dex8.400


Disclaimer:
Harga Pertamax hari ini di ambil secara realtime dari website bphmigas.go.id.

Pertamax merupakan produk unggulan Pertamina yang tidak disubsidikan. Menurut Wikiepdia, Pertamax adalah bahan bakar mnyak yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tanggal 10 Desemeber 1999 sebagai pengganti Premix 1994 dan Super TT 1998 karena adanya unsur berbahaya bagi lingkungan dalam dua bahan bakar tersebut. Pertamax menjadi BBM yang paling unggul karena jumlah oktannya lebih tinggi dari Pertalite maupun Dex. Berikut adalah keunggulan Pertamax:

  1. Nilai Oktan (Research Octane Number/ RON)

Pertamax yang paling rendah memiliki nilai oktan 92. Sementara itu Pertamax Plus memiliki oktan 95 dan Pertamax Turbo dengan oktan 98. Ini lebih tinggi dibandingkan Premium dengan 88 oktan dan Pertalite dengan 90 oktan.

Semakin tinggi oktan yang terkandung, maka semakin lambat pula proses pembakar BBM terjadi sehingga tidak meninggalkan residu pada mesin. BBM beroktan tinggi sangat cocok digunakan untuk kendaran dengan Fuel Injection yang biasanya ada pada produk motor dan mobil terbaru.

  1. Warna Cairan

Mengapa warna BBM bisa berbeda-beda? Ini karena adanya zat pewarna tambahan (dye) yang dicampurkan pada cairannya. Salah satu contohnya adalah warna kuning pada Premium. Pertamax biasa berwarna biru kehijauan, Pertamax Plus dan Pertamax Turbo memiliki warna kemerahan tanpa pewarna tambahan sehingga mampu menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna. Sementara itu Pertalite memiliki warna hijau terang, hasil pencampuran Pertamax dengan Premium.

  1. Harga

Mengingat kualitasnya adalah yang tertinggi, maka tidak heran harga Pertamax juga yang tertinggi. Tingginya harga Pertamax ini sempat dikeluhkan oleh masyarakat.

Harga Pertamax dan harga BBM pada umumnya memang menurut pada standar yang diberikan oleh Pemerintah. Namun demikian, dengan alasan distribusi harga BBM di seluruh daerah di Indonesia tidaklah sama. Bagi masyarakat yang hidup di pulau Jawa, harga Pertamax tidak jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah. Selisihnya tidak sampai Rp 100,- Tetapi untuk masyarakat yang hidup di daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan terlebih Maluku atau Papua, harga Pertamax bisa mencapai ribuan selisihnya. Bahkan harga Pertamax yang dijual tidak resmi di Papua bisa mencapai seratus ribu rupiah!

Oleh karena itu, untuk menstabilkan harga pertamax di Papua agar setara dengan daerah lain di Indonesia, pemerintah menyediakan pesawat khusus yang bisa mengangkut BBM dari Pulau Jawa langsung menuju Papua, sehingga biaya distribusi dapat diminimalisir dan harga Pertamax di Papua dapat ditekan.

Meski menjadi produk unggulan Pertamina, BBM jenis Pertamax tetap tidak mendapatkan subsidi hingga saat ini. Harga Pertamax sepenuhnya diserahkan kepada pasar. Pemerintah mengatakan, harga Pertamax (dan Premium) ikut dengan mekanisme pasar untuk menghasilkan persaingan yang sehat antara Pertamina dengan SPBU asing.

lihat juga: Harga Emas 23 Karat Hari ini

Berkembangnya perekonomian masyarakat Indonesia membuat BBM akan menjadi kebutuhan berkelanjutan yang akan terus dicari oleh masyarakat. Harga Pertamax yang naik turun tidak menentu rupanya dipengaruhi oleh naik turunnya harga minyak dunia. Lalu apa saja yang bisa mempengaruhi harga minyak dunia? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Pasokan minyak yang berlebih

Kelebihan pasokan minyak ini disebabkan Amerika Serikat yang melakukan revolusi energi. Hal ini juga disebabkan oleh produksi minyak dunia yang terus menerus digenjot oleh OPEC tanpa adanya pembatasan.

  1. Pasokan minyak AS yang terus naik

Produksi minyak AS yang terus meningkat rupanya justru membuat harga minyak dunia menjadi tidak stabil. Produsen minyak di AS secara agresif terus meningkatkan kegiatan produksi mereka. Banyak pendapat mengatakan, harga minyak dunia akan sulit stabil sampai salah satu perusahaan minyak di Amerika Serikat bangkrut atau melakukan merger.

  1. Permintaan minyak menurun

Krisis ekonomi yang melanda negara-negara maju di dunia rupanya berdampak langsung pada harga minyak. Negara-negara yang terserang krisis berfokus pada pemulihan kondisi perekonomiannya. Negara yang berhasil lolos dari krisis seperti Amerika Serikat, misalnya, mengimplementasikan kebijakan efisiensi sehingga permintaan minyak dapat dibatasi. Turunnya permintaan BBM juga dapat disebabkan negara berkembang yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

  1. Kondisi Ekonomi Cina

Cina telah menjadi negara penyokong terbesar pertumbuhan ekonomi dunia. Perlambatan pertumbuhan ekonom Cina berimbas pada turunnya harga komoditas dunia, termasuk minyak.

  1. Kenaikan Dolar AS

Seperti harga komoditas lain di dunia, minyak juga dihargai dengan menggunakan dolar AS. Oleh karena itu, naik turunnya dolar AS berpengaruh langsung pada harga minyak. Naiknya dolar AS juga diikuti oleh naiknya harga minyak, termasuk pada negara-negara di luar AS. Selain itu kebijakan devaluasi nilai yuan oleh pemerintah Cina juga ikut menekan harga minyak.

  1. Nuklir Iran

Kesepakatan yang terjadi antara Iran dengan negara-negara Barat mengenai nuklir dikhawatirkan membuat minyak yang dihasilkan Iran akan membanjiri pasar. Terdapat indikasi bahwa Iran saat ini sedang menimbun minyak. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengganggu kestabilan harga minyak dunia.